Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Pentingnya Menjalin Silaturahmi

Pentingnya Menjalin Silaturahmi ~ Kita sebagai umat Islam telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga hubungan silaturahmi (Q.S. An-Nisaa: 1). Sebagai umat Islam, perintah Allah SWT itu harus dipatuhi. Orang yang mematuhi perintah Allah SWT itu adalah orang yang bertakwa. Takwa maksudnya terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat dan patuh melaksanakan perintah Allah SWT serta menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.

Kini dapat kita mengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi tersebut, berikut merupakan 10 manfaat Silaturahmi, yaitu:

1. Mendapatkan ridho dari Allah SWT.

2. Membuat orang yang kita dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu “Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.”

3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi.

4. Disenangi oleh manusia.

5. Membuat iblis dan setan marah.

6. Memanjangkan usia.

7. Menambah banyak dan berkah rejekinya.

8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.

9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.

10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahmi) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.


Mudah-mudahan risalah ini dapat mendorong kita semua untuk bersilaturahmi.
Alhamdulillâhi wahdah, wash shalalâtu was salâm ‘alâ rasûlillâh.

Sabtu, 08 Desember 2012

Asal Usul Perayaan Dan Kue Ulang Tahun

Asal Usul Perayaan Dan Kue Ulang Tahun ~
Kalian pasti tahu kapan ulang tahun kalian dan berapa umur kalian bersamaan dengan datangnya hari ulang tahun kalian. Berbeda dengan zaman dahulu yang kebanyakan orang tidak tahu kapan dilahirkan.

Saat itu, orang tua tidak mencatat tanggal yang penting tersebut, lantas melupakannya. Saat mereka ditanya, “kapan kamu lahir?” ada yang menjawab, “waktu gunung Krakatau meletus!” Atau “waktu zaman Jepang,” dan sebagainya.
lucu juga ya ?

Tapi tahukah kalian, lebih dari 5 ribu tahun yang lalu, tanggal lahir putra-putri Raja Mesir sudah dicatat dan ulang tahun mereka juga dirayakan. Begitu juga dengan Babilonia.

Jadi kalau Fir’aun (Raja Mesir) berulang tahun, sudah pasti super heboh. Tapi, ulang tahun perempuan tidak dirayakan, kecuali ulang tahun Ratu. Bahkan rakyat jelata tidak pernah merayakan ulang tahunnya.

Orang Yunani kuno meniru orang Mesir merayakan ulang tahun. Pada masa itulah mulai muncul kue ulang tahun. Orang Yunani mulai belajar membuat kue kue manis dari orang Persia.

Orang Yunani pun memperingati ulang tahun dewa dewi mereka. Bahkan ulang tahun dewa-dewi ini diperingati setiap bulan. Pada hari ulang tahun Artemis (Dewi Bulan dan Dewi Perburuan) mereka membuat kue besar campur madu. Kue itu dihiasi lilin yang melambangkan cahaya bulan di kegelapan malam.

Anehnya, masa itu pun ulang tahun perempuan dan anak-anak tidak dirayakan. Padahal laki laki dewasa merayakan ulang tahunnya meskipun sudah meninggal beberapa tahun. Orang Romawi juga menuruti kebiasaan orang Yunani ini. Menjelang keruntuhan Kekaisaran Romawi, sebagian besar dari mereka mulai insyaf kalau pesta pora berlebihan tidak baik. Kemudian, muncul orang-orang yang mengajarkan manusia agar hidup sederhana. Lebih baik kekayaan dipakai menolong sesama. Pesta-pesta ulang tahun pun menghilang beberapa ratus tahun.

Mulai abad ke-12, di eropa ada gerakan mencatat tanggal lahir semua orang, termasuk kaum perempuan. Manusia menaruh perhatian lagi pada tanggal lahirnya dan mulai merayakan ulang tahunnya. Kue Ulang Tahun muncul lagi. Bukan dimulai oleh kaum bangsawan, melainkan oleh petani petani Jerman. Dari sini, perayaan ulang tahun dilaksanakan secara sederhana dalam keluarga.

Kemudian, anak yang berulang tahun boleh memilih sendiri makanan untuk hari ulang tahunnya. Lalu ketika fajar menyingsing pada hari itu, si anak dibangunkan, ia diberi kue besar dengan lilin menyala yang menancap diatasnya. Jumlah lilin sama dengan jumlah umur si anak.

Nyala lilin itu juga diadopsi dari Kristen yang melambangkan pengorbanan Kristus di tiang salib untuk menebus dosa manusia, itulah filosofi lilin yang rela terbakar untuk menerangi sekitarnya.

Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan "umur di masa datang". Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin.

Diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu napas berarti keinginan akan terkabul dan orang tersebut akan memperoleh nasib yang baik di tahun mendatang.
 

Indah Hidup Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger